Rabu, Januari 04, 2012

Made in America not 100% Made in America

Pernahkah anda membeli sebuah barang yang perusahaannya berbasis di Finlandia tapi di barang tersebut tertulis “Made in China” atau “Finished in China”?bukan hanya satu barang elektronik seperti ponsel saja,tapi LCD,bahkan kabel-kabelnya pun juga.Jadi,sebenarnya anda membeli barang asli atau palsu?jika anda membeli barang tersebut di dealer resminya (beli di toko retail juga tidak masalah) maka barang itu asli sekalipun tertulis “Made in China” atau “Finished in China”.


Lalu mengapa bisa demikian?


Karena kebanyakan vendor jaman sekarang menggunakan jasa-jasa perusahaan manufaktur Cina untuk produksi barangnya.Karena di Cina,gaji tenaga kerja dan pajak rendah jadi bisa mengurangi biaya produksi.Sudah hal yang wajar jika produsen ingin menekan biaya produksi seminim mungkin supaya keuntungan mereka maksimal.

“Jadi sebenarnya barang tersebut buatan mana?”



Ya tentu tergantung dari mana dan siapa yang membuat barang tersebut.Sebagai contoh,iPhone adalah sebuah ponsel dari perusahaan Apple yang berbasis di Amerika Serikat.Tapi pabrik iPhone sendiri malah ada di Cina ,beberapa komponennya pun buatan perusahaan lain.Jadi kesimpulannya,apakah iPhone itu buatan Cina atau Amerika? Kesimpulannya adalah,iPhone adalah kreasi orang Amerika bernama Steve Jobs (dan karyawannya tentunya) tapi di produksi di Cina.

Nokia misalnya,untuk ponsel Nokia yang dipasarkan di asia tenggara atau bahkan asia.Pihak Nokia menggunakan jasa perusahaan manufaktur Cina untuk proses produksinya.Ini supaya ongkor kirim dan produksinya tidak mahal.Tapi jangan khawatir, komponen ponsel dirangkai oleh mesin, jadi kualitasnya sama diseluruh dunia.Tenaga manusia hanya untuk urusan packing dan non teknis lainnya.Jadi jangan khawatir membeli nokia made in china.

0 comments:

Poskan Komentar

Any Question?